Google Adsense

Danau Toba Segera Dibenahi

Rabu, 05 Agustus 2015

Kerusakan Danau Toba disebabkan oleh limbah rumah tangga, pakan ikan yang berlebihan, dan sedimentasi di DAS sekitar danau.

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menyatakan Danau Toba yang kondisi lingkungannya kritis akan dibenahi. Pembenahan meliputi penataan usaha keramba ikan, pembuangan limbah, dan daerah aliran sungai (DAS) yang terhubung dengan danau di Sumatra Utara itu.

“Danau Toba ini termasuk dari 15 danau kritis di Indonesia. Dengan pembenahan di multisektor seperti mengatasi limbah, penataan keramba, dan juga DAS, pada program tahun depan akan efektif mengatasi masalah yang ada,” ujar Siti pada diskusi di Jakarta, kemarin.

Siti menjelaskan penataan DAS sekitar danau masuk program tersebut karena kerusakan danau terbesar di Asia Tenggara itu bukan hanya disebabkan oleh pencemaran, melainkan juga karena sedimentasi dari alam dan vegetasi di DAS sekitar danau.

“Kami melihat bahwa ada tujuan dari segi pariwisata untuk menjadikan Danau Toba seba gai kawasan geopark. Karena itu, kami ingin segera melakukan pembenahan.” Pada kesempatan sama, Ketua Program Pascasarjana Universitas Sumatra Utara (USU) Abdul Rauf memaparkan sejumlah penyebab yang mengakibatkan kondisi lingkungan Danau Toba kritis.

“Rumah dan penginapan di bibir danau menjadikan danau sebagai halaman belakang mereka. Oleh karena itu, limbah yang dihasilkan selalu bermuara ke perairan danau.

Sebenarnya posisi tersebut melanggar ketentuan karena memakan bantaran danau,” papar Abdul.

Usaha keramba, lanjutnya, semakin menjadikan beban limbah di danau terus bertambah. Menurutnya, setiap hari jumlah pakan ikan yang di sebar di keramba ikan mencapai 262 ton per hari atau 95.760 ton per tahun.

“Yang sayangnya, menurut riset, sekitar 20% dari total pakan tidak termakan. Itu menyebabkan deposit limbah di dasar danau,“ terangnya.

Sementara itu, Guru Besar Bidang Limnologi USU, Ternala Alexander Barus, menyoroti menyusutnya variasi jenis ikan di Danau Toba. “Ikan endemik Batak sudah tidak ada, yang ada ialah ikan kor yang makin banyak,“ katanya.

Ia menjelaskan perubahan komposisi jenis ikan itu karena limbah dari sisa pakan ikan telah mengubah kandungan nutrisi dalam Danau Toba.Perlu edukasi Pembicara lain dalam diskusi tersebut, Guru Besar Institut Pertanian Bogor Soeryo Adiwibowo mengingatkan bahwa penanganan limbah di kawasan Danau Toba tidak bisa dilepaskan dari aspek sosial atau kebiasaan masyarakat setempat.“Oleh kerena itu, pendidikan dan wawasan lingkungan juga perlu ditekankan kepada masyarakat agar tidak menjadikan sungai maupun danau sebagai muara sampah dan limbah mereka,“ jelasnya.

Untuk mengaplikasikan pendidikan tersebut, lanjutnya, juga dibutuhkan sarana yang menunjang, seperti tempat pembuangan sampah dan pengolahan limbah. “Jadi ada alternatif solusi yang diberikan bagi masyarakat agar semuanya berkesinambungan,“ pungkasnya. (H-3) Media Indonesia, 2 Juli 2015