Google Adsense

Bisnis Rental Mobil di Pekanbaru Senyap

Selasa, 06 Oktober 2015

Sudah dua bulan beberapa perusahaan dan pelaku usaha rental mobil di Pekanbaru merasakan senyap dan sepi orderan. Sejak September dan sampai Oktober ini beberapa pelaku usaha penyewaan mobil di Pekanbaru sudah mulai pusing disebabkan bandara Sutan Syarif Kasim II sering tidak beraktifitas.

Kondisi ini disebabkan musibah kabut asap yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan yang begitu banyak terjadi di beberapa provinsi. Tidak hanya di Provinsi Riau saja karhutla terjadi namun di Sumatera Selatan dan Jambi juga terbakar.

Tidak hanya bisnis yang menjadi taruhan namun kesehatan masyarakat juga terancam. Beberapa account di media sosial banyak yang mengecam tindakan para mereka yang melakukan pembakaran. Dan ada juga yang mengeluh akan situasi yang seperti ini.

Masyarakat di Kota Pekanbaru Provinsi Riau melakukan aktifitas dengan menggunakan masker, namun antisipasi seperti ini juga tidak dapat menjaga kesehatan secara maksimal.

Kembali ke bisnis rental mobil di kota Pekanbaru, beberapa pelaku usaha mulai berpikir mengatasi langkanya konsumen disebabkan musibah kabut asap. Penerbangan dari Pekanbaru ataupun ke Pekanbaru lumpuh beberapa hari. Kemudian beberapa pelaku usaha rental mobil melakukan pengalihan dengan menerima orderan dropping ke Kota Padang. Sebab banyak permintaan konsumen untuk diantar ke Kota Padang dan rata-rata permintaan itu ke Bandara Internasional Minangkabau.

Tentunya perbedaan harga akan terasa jauh berbeda antara rental mobil dropping ke Padang dibandingkan dengan travel dari kota Pekanbaru ke kota Padang. Namun banyaknya konsumen meminta antar ke Bandara Minangkabau tentunya masalah harga tidak menjadi masalah. Yang penting mereka cepat sampai dan keluar dari Kota Pekanbaru.

Begitu juga sebaliknya lalu lintas Pekanbaru ke Padang tentu didominasi orang-orang dari Pekanbaru ataupun menuju Pekanbaru. Pelaku usaha rental mobil di Pekanbaru tidak tinggal diam, agar mereka dapat menutupi kekurangan menutupi biaya operasional setiap bulan.

Untuk mengantar dari Pekanbaru menuju Kota Padang para pelaku usaha rental mobil menaruh harga kisaran Rp 1,2 Juta hingga Rp 1,5 untuk sekali antar. Sangat jauh berbeda dengan travel Pekanbaru Padang, dimana dengan PO Travel dikenakan biaya tiket sebesar Rp 170ribu. Wajar saja berbeda sebab PO Travel jual tiket dan ada jadwal rute berangkat yang patut dipatuhi oleh konsumen. Sementara dropping untuk harga satu unit mobil pergi ke Padang dan jadwal diserahkan kepada konsumen.

Semoga saja kabut asap di Kota Pekanbaru dapat sirna dengan cepat, sebab lama kelamaan kesehatan orang Pekanbaru menjadi taruhan. Mari kita sama-sama berdoa agar hujan dapat turun di titik-titik karhutla yang terjadi. Agar kabut asap dapat berhenti menganggu masyarakat di Indonesia.