Google Adsense

Omzet Mal Sempat Susut 30 Persen

Selasa, 26 Januari 2016

AKSI teroris di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1), sempat menurunkan penjualan hingga 30% di beberapa lokasi pusat belanja dan mal di Jakarta. Namun, penurunan itu hanya terjadi di hari pertama pascaledakan bom dan aksi penembakan.

“Ada penurunan sekitar 20%-30% di hari pertama pascakejadian cukup signifikan.Hari kedua sudah balik lagi normal. Penurunan sales, tapi operasional tetap normal,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI)
Handaka Santosa di Jakarta, kemarin.

Saat kejadian, imbuhnya pusat perbelanjaan yang tutup hanya Sarinah Department Store. “Masyarakat kita sudah lebih dewasa menghadapi teror ini,” katanya. Menurutnya, peristiwa itu menjadi pelajaran untuk meningkatkan kewaspadaan. “Pengusaha pusat belanja sepakat untuk menghadapinya seperti biasa,” sebutnya.

Di masa depan, APPBI akan meningkatkan keamanan bekerja sama dengan polisi dan TNI. Karyawan pun sudah disiapkan untuk melaporkan hal-hal yang mencurigakan. Sementara itu, pengelola PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai pasar modal Indonesia siap menghadapi ancaman, termasuk terorisme. Hal itu karena BEI telah

memiliki sistem dan prosedur khusus dalam penanganan krisis.“Pelaku pasar modal sempat terkejut dan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 1,78%. Namun, setelah polisi mengamankan situasi, IHSG langsung menguat kembali,” kata Direktur Utama BEI Tito Sulistio dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, kemarin.

Dengan begitu, di sesi penutupan perdagangan pada Kamis (14/1), IHSG hanya terkoreksi 0,5% ke level 4.513,18 poin dan ditutup menguat ke level 4.523,98 poin (0,24%) pada perdagangan Jumat (15/1).

“Koreksi IHSG yang terjadi kemarin (Senin,18/1) sebesar 1,14% ke 4.472,85 karena ? uktuasi pasar secara normal.” Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Alpino Kianjaya menambahkan, ketika IHSG terkorek si karena kepanikan sesaat, beberapa pemodal justru melihat hal itu sebagai peluang untuk

berinvestasi. (Arv/Zhi/E-4) Media Indonesia, 19 Januari 2016, Halaman 18