Google Adsense

Gubernur Babel Usulkan Moratorium Timah

Rabu, 04 Maret 2015

GUBERNUR Bangka Belitung (Babel) Rustam Effendi menyatakan jalan keluar terbaik guna menyelamatkan harga timah ialah menghentikan ekspor timah dalam batas waktu tertentu atau memberlakukan moratorium.

“Saya rasa jalan terbaik ialah kita harus segera lakukan moratorium timah demi menyelamatkan harga timah ini,“ kata Rustam seusai menghadiri Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP Babel di Hotel Aston, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (27/2).

Turunnya harga timah dunia menyebabkan daya beli masyarakat di Provinsi Babel pun turun menjadi 40%. “Daya beli masyarakat kita saat ini sudah di level 40%.Hal ini dapat kita rasakan.Padahal, Babel ini kan perekonomiannya tergantung pada timah. Kalau (harga) timah merosot, daya beli masyarakat pun akan merosot juga,“ ucap Rustam.

Rustam sendiri telah mengumpulkan seluruh pelaku industri timah untuk bertatap muka dan mencari solusi guna memperbaiki harga timah. “Kemarin kita sudah kumpulkan semua pelaku timah. Kita ingin tahu masukan dari para pengusaha untuk kembali mengangkat harga timah,“ lanjut Rustam.

Seusai menghadiri pem bukaan konfercab, Rustam juga menyampaikan kemungkinan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Babel untuk meninjau smelter atau tempat peleburan biji timah.

Dalam pertemuan dia dengan Presiden Jokowi di Bogor beberapa hari yang lalu, kata Rustam, Presiden bertanya seputar kondisi timah di Babel. Presiden juga meminta Rustam agar kekayaan sumber daya alam timah terus dipertahankan apa pun yang terjadi.

“Intinya, Presiden ingin mengetahui masalah timah dan juga meminta saya untuk mempertahankan kekayaan alam timah yang dimiliki Ba bel ini,“ sambung Rustam.

Dari pembicaraan itu pula, menurut Rustam, Presiden Jokowi mengungkap ketertarikannya untuk melihat aktivitas perusahaan peleburan timah.

“Pak Presiden bertanyatanya, smelter timah itu seperti apa, rasanya ingin lihat langsung,“ ucap Rustam menirukan ucapan Jokowi.

Meskipun belum mengetahui dengan pasti jadwal kunjungan Presiden Jokowi ke Babel, Rustam menyatakan, “Kita siap-siap saja kalau nanti (Presiden) jadi datang, ada satu smelter swasta dan satu smelter milik PT Timah yang akan dikunjungi.“ (RF/I-1) Media Indonesia, 1 Maret 2015 Halaman 4.