Google Adsense

Bank Syariah Bersiap Sambut Era MEA

Minggu, 21 Juni 2015

Lembaga internasional sangat memandang industri perbankan syariah di Indonesia.
Pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia merupakan yang tercepat di dunia.
USAHA perbankan syariah di Indonesia semakin berkembang dari tahun ke tahun. Hal itu bisa dilihat dari semakin banyaknya bank umum, unit usaha, ataupun bank perkreditan rakyat (BPR) syariah di negeri ini.

Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Agus Sudiarto mengungkapkan, perkembangan perbankan syariah di Indonesia banyak dilirik oleh negara-negara tetangga, mengingat ratarata pertumbuhannya sejak 2001 mencapai 40%. Angka itu jauh lebih besar daripada perbankan biasa yang hanya 14%.

Menjelang era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan berlaku akhir tahun ini, ada kekhawatiran peluang yang ada diambil oleh pihak luar negeri. Namun, Agus tetap optimistis perbankan syariah dalam negeri bisa melayani umat Islam dengan baik.

“Lembaga internasional sangat memandang industri perbankan syariah di Indonesia.Pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia merupakan yang tercepat di dunia. Aset kita saat ini memang masih Rp272 triliun.Namun jika dihitung berdasarkan compound annual growth rate (laju pertumbuhan majemuk tahunan), sejak 2001 rata-rata pertumbuhannya 40%, jauh dari perbankan biasa yang hanya 14%. Hanya memang, dua tahun terakhir kita konsolidasi sedikit,“ tutur Agus dalam program Sukses Syariah yang tayang di Metro TV.

Setelah konsolidasi yang dilakukan sejak 2014 itu selesai, menurut Agus, pertumbuhan perbankan syariah bisa lebih cepat sehingga nanti pada saat berlakunya MEA perbankan syariah dalam negeri sudah siap.

“Jika perbankan syariah di Indonesia tidak siap, nanti justru perbankan ASEAN yang lain yang akan melayani masyarakat muslim kita. Jangan sampai pasar yang begitu atraktif ini justru dimanfaatkan oleh pihak lainnya,“ ujarnya Ia pun berharap pemerintah terus memberi dukungan. Menurutnya, selama ini perbankan syariah sudah mendapat perhatian dan dukungan yang besar dari pemerintah. Namun, dia tetap berharap industri bank syariah bisa lebih maju lagi ke depannya.

“Ke depannya kita ingin dukungan itu lebih besar lagi. Bukan hanya dana haji, dana sukuk-sukuk ritel pemerintah juga bisa ditempatkan di bank-bank syariah sehingga nantinya dana ini bisa digunakan untuk membiayai para nasabah. Kemudahan dalam membuka cabang baru, memperluas layanan, juga kami perlukan.” Pada kesempatan itu, Agus juga menyinggung peran Asbisindo dalam mendukung perkembangan perbankan syariah. Menurutnya, asosiasi yang beranggotakan 197 bank syariah di Indonesia itu berhasil memediasi kepentingan bankbank syariah dan pemerintah serta regulator.Misalnya, dalam hal penerimaan setoran dan pengelolaan dana haji.

“Dulu sebelum berlakunya Undang-Undang Perbankan Syariah dan Undang-Undang Pengelolaan Dana Haji, kami menyampaikan aspirasi dari perbankan syariah agar danadana haji bisa dikelola oleh bank-bank syariah, dan alhamdulillah disetujui oleh pemerintah serta DPR. Kemudian, dari dana haji itulah perbankan syariah bisa menjalankan tugasnya, seperti memberikan pembiayaan kepada nasabah-nasabah yang memerlukan. Jadi, amanah ini bermanfaat bagi masyarakat luas,“ tukasnya. (*/H-3)
Sumber Media Indonesia, 21/06/2015, Halaman 11